Makna dan Lirik Lagu Soleram
Kota Pekanbaru [Gambar : RiauSky.com]
Makna dan Lirik Lagu Soleram - Lagu Soleram merupakan Lagu khas dari daerah Riau, lagu ini pernah menjadi Polemik antara bangsa Indonesia dengan Bangsa tetangga, yaitu Malaysia. Lagu yang menjadi pengantar tiduk anak-anak ini diklaim sebagai lagu milik bangsa Malaysia. Soleram sendiri merupakan lagu yang mengandung nilai-nilai yang luhur dan indah sehingga bangsa lain pun ingin mengklaimnya.

Berikut ini Lirik Lagu Soleram :

Soleram

Soleram so…leram soleram anak yang manis
Anak manis janganlah dicium sayang
Kalau dicium merahlah pipinya
Anak manis janganlah dicium sayang
Kalau dicium merahlah pipinya

Satu dua tiga dan empat
Kalau tuan dapat kawan baru kawan lama dilupakan jangan
Kalau tuan dapat kawan baru kawan lama dilupakan jangan
Jalan-jalan ke pasar baru jangan lupa belilah roti
Ini lagu jaman tempo dulu tuan Mungkin sekarang dikenang

kembali Ini lagu jaman tempo dulu tuan
Mungkin sekarang dikenang kembali
Soleram soleram soleram anak yang manis
Anak manis janganlah dicium sayang
Kalau dicium merahlah pipinya
Anak manis janganlah dicium sayang
Kalau dicium merahlah pipinya.

Adapun makna yang terkandung pada tiap bait lagunya bisa kita simak berikut ini :

Soleram-soleram, Soleram anak yang manis..
Anak manis janganlah dicium sayang..
Kalau dicium merahlah pipinya..

Begitu penggalan lirik dari lagu Soleram yang mengamanatkan kepada anak-anak yang hendak tidur. Amanat untuk menjaga kehormatannya. Amanat untuk menjaga harga dirinya. Amanat untuk mempertahankan malu sebagai budayanya. Sebagaimana firman Allah SWT: “Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman: "Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat.” (An-Nur: 30)

Ayat di atas merupakan antisipasi agar muda-mudi tidak terjerumus ke dalam paham-paham keduniaan yang menghalalkan segala perbuatan tercela dan merusak pikiran generasi muda.

Satu dua tiga dan empat..
Lima enam tujuh delapan..
Kalau tuan dapat kawan baru, sayang..
Kawan lama dilupakan jangan..

Selain membudayakan malu, Soleram juga memiliki lirik yang mendidik untuk senantiasa menyambung tali persaudaraan dan menghindari perpecahan. Agama Islam juga mengamini petuah tersebut di dalam beberapa hadits: “Barang siapa yang ingin diluaskan rezekinya atau dikenang bekasnya (perjuangan atau jasanya), maka hendaklah ia menghubungkan silaturahmi.” (H. R. Muslim)

“Barang siapa yang senang dipanjangkan umurnya, diluaskan rezekinya, dan dijauhkan dari kematian yang buruk, maka hendaklah bertakwa kepada Allah dan menyambung silaturahmi.” (HR Imam Bazar, Imam Hakim)

Jalan-jalan ke pasar baru..
Jangan lupa belilah roti..
Ini lagu jaman tempo dulu tuan..
Mungkin sekarang dikenang kembali..

Dan lagu Soleram ditutup dengan pesan agar melestarikan budaya yang mencerminkan identitas bangsanya. Maka, Soleramlah lagu yang memendam pesan-pesan moral itu. Pesan yang dahulu senantiasa menyertai tidur-tidur para anak leluhur bangsa yang berkarakter.


Sekian postingan dari KLD, semoga postingan "Makna dan Lirik Lagu Soleram" ini bermanfaat dan menambah wawasan kita semua. Jangan sungkan mengirimkan komentar baik kritik maupun saran kepada redaksi kami. Terima kasih dan sampai jumpa.

Makna dan Lirik Lagu Soleram

Makna dan Lirik Lagu Soleram
Kota Pekanbaru [Gambar : RiauSky.com]
Makna dan Lirik Lagu Soleram - Lagu Soleram merupakan Lagu khas dari daerah Riau, lagu ini pernah menjadi Polemik antara bangsa Indonesia dengan Bangsa tetangga, yaitu Malaysia. Lagu yang menjadi pengantar tiduk anak-anak ini diklaim sebagai lagu milik bangsa Malaysia. Soleram sendiri merupakan lagu yang mengandung nilai-nilai yang luhur dan indah sehingga bangsa lain pun ingin mengklaimnya.

Berikut ini Lirik Lagu Soleram :

Soleram

Soleram so…leram soleram anak yang manis
Anak manis janganlah dicium sayang
Kalau dicium merahlah pipinya
Anak manis janganlah dicium sayang
Kalau dicium merahlah pipinya

Satu dua tiga dan empat
Kalau tuan dapat kawan baru kawan lama dilupakan jangan
Kalau tuan dapat kawan baru kawan lama dilupakan jangan
Jalan-jalan ke pasar baru jangan lupa belilah roti
Ini lagu jaman tempo dulu tuan Mungkin sekarang dikenang

kembali Ini lagu jaman tempo dulu tuan
Mungkin sekarang dikenang kembali
Soleram soleram soleram anak yang manis
Anak manis janganlah dicium sayang
Kalau dicium merahlah pipinya
Anak manis janganlah dicium sayang
Kalau dicium merahlah pipinya.

Adapun makna yang terkandung pada tiap bait lagunya bisa kita simak berikut ini :

Soleram-soleram, Soleram anak yang manis..
Anak manis janganlah dicium sayang..
Kalau dicium merahlah pipinya..

Begitu penggalan lirik dari lagu Soleram yang mengamanatkan kepada anak-anak yang hendak tidur. Amanat untuk menjaga kehormatannya. Amanat untuk menjaga harga dirinya. Amanat untuk mempertahankan malu sebagai budayanya. Sebagaimana firman Allah SWT: “Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman: "Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat.” (An-Nur: 30)

Ayat di atas merupakan antisipasi agar muda-mudi tidak terjerumus ke dalam paham-paham keduniaan yang menghalalkan segala perbuatan tercela dan merusak pikiran generasi muda.

Satu dua tiga dan empat..
Lima enam tujuh delapan..
Kalau tuan dapat kawan baru, sayang..
Kawan lama dilupakan jangan..

Selain membudayakan malu, Soleram juga memiliki lirik yang mendidik untuk senantiasa menyambung tali persaudaraan dan menghindari perpecahan. Agama Islam juga mengamini petuah tersebut di dalam beberapa hadits: “Barang siapa yang ingin diluaskan rezekinya atau dikenang bekasnya (perjuangan atau jasanya), maka hendaklah ia menghubungkan silaturahmi.” (H. R. Muslim)

“Barang siapa yang senang dipanjangkan umurnya, diluaskan rezekinya, dan dijauhkan dari kematian yang buruk, maka hendaklah bertakwa kepada Allah dan menyambung silaturahmi.” (HR Imam Bazar, Imam Hakim)

Jalan-jalan ke pasar baru..
Jangan lupa belilah roti..
Ini lagu jaman tempo dulu tuan..
Mungkin sekarang dikenang kembali..

Dan lagu Soleram ditutup dengan pesan agar melestarikan budaya yang mencerminkan identitas bangsanya. Maka, Soleramlah lagu yang memendam pesan-pesan moral itu. Pesan yang dahulu senantiasa menyertai tidur-tidur para anak leluhur bangsa yang berkarakter.


Sekian postingan dari KLD, semoga postingan "Makna dan Lirik Lagu Soleram" ini bermanfaat dan menambah wawasan kita semua. Jangan sungkan mengirimkan komentar baik kritik maupun saran kepada redaksi kami. Terima kasih dan sampai jumpa.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar