Lagu Daerah Cuk Mak Ilang
Suasana Ampera di Malam Hari [Gambar : Youtube.Com]
Lagu Daerah Cuk Mak Ilang - Lagu Cuk Mak Ilang termasuk salah satu lagu terkenal dari daerah Palembang, Sumatera Selatan. Lagu ini sendiri dinyanyikan dengan asyik dengan nada lagu riang. Lagu Cuk Mak Ilang sangat kental dengan nuansa daerahnya karena menyelipkan nama-nama daerah dalam lirik-lirik pantunnya.

Lagu Cuk Mak Ilang tidaklah diketahui siapa penciptanya (Anonim). Selain disebut dengan Cuk Mak Ilang, ada juga yang menyebut dengan Cup Mak Ilang. Seperti halnya lagu-lagu daerah lawas atau lagu Melayu lama pada umumnya, banyak lagu dibikin dalam bentuk puisi lama jenis pantun. Lagu Cuk Mak Ilang juga berbentuk pantun. Banyak versi dari lagu ini dengan berbagai pantun sesuai dengan tema pantun yang akan dibawakan.

Lagu Cak Mak Ilang di antaranya menggambarkan tentang pantun-pantun percintaan anak muda. Lagu ini sendiri menceritakan tentang perasaan-perasaan cinta. Ketika mendengar lagu ini, seolah segala curahan hati si pelantun tersampaikan dengan irama lagu yang menggembirakan.

Meski memiliki lirik pantun yang berbeda tergantung tema pantun, ada satu pantun yang menjadi induk lirik lagu sesuai judul "Cuk (Cup) Mak Ilang" yaitu cuk mak ilang, mak ilang jaga batu, di mano koceng belang, di situ rumah aku. Lagu ini dimulai dengan pantun tersebut kemudian diseling dengan pantun lainnya, lalu dinyanyikan pantun induknya lagi. Pantun induk ini semacam pantun pengingat nada sehingga semakin panjang pantun yang dibawakan maka pantun induk ini akan terus terulang-ulang.

Lagu ini kental dengan bahasa Melayu. Banyak pantun yang dibawakan dengan bahasa Melayu sehingga lebih mudah dipahami. Sementara itu, bait cuk mak ilang dan mak ilang jaga batu menjadi cangkang, dan sedangkan isinya berarti di mana ada kucing belang, di situ rumahku.

Lagu daerah memang mengingatkan kita pada kehidupan masa lalu. Dengan nada lagunya yang sendu atau riang menyiratkan cara pandang terhadap segala sesuatu. Lagu Cuk Mak Ilang biasa menggambarkan tentang percintaan, dan berpantun menjadi salah satu ekspresi perasaan cinta tersebut, baik senang maupun dalam keadaan sedih.

Baca Juga :


Berikut lirik lagu Cak Mak Ilang :

Cuk Mak Ilang

Cuk mak ilang
Mak ilang jaga batu
Dimano koceng belang
Disitu rumah aku (2X)

Kain songkek dari Palembang
Dipakai orang dari seberang
Hai dak mano hati dak bimbang
Karena pacar diambil orang

Cuk mak ilang
Mak ilang jaga batu
Dimano koceng belang
Disitu rumah aku (2X)

Kapal api masok pelembang
Banyu tenang jadi gelumbang
Oi makmano ati dak bimbang
Gades doson bujang pelembang

Cuk mak ilang
Mak ilang jaga batu
Dimano koceng belang
Disitu rumah aku (2X)

Buah dukuh buah rambutan
Masak si biji di dalam hutan
Hatiku rindu bukan buatan
Seperti paku nempel di papan

[Sumber : MerahPutih.Com]

Sekian postingan dari KLD, semoga postingan "Lagu Daerah Cuk Mak Ilang" ini bermanfaat dan menambah wawasan kita semua. Jangan sungkan mengirimkan komentar baik kritik maupun saran kepada redaksi kami. Terima kasih dan sampai jumpa.

Lagu Daerah Cuk Mak Ilang

Lagu Daerah Cuk Mak Ilang
Suasana Ampera di Malam Hari [Gambar : Youtube.Com]
Lagu Daerah Cuk Mak Ilang - Lagu Cuk Mak Ilang termasuk salah satu lagu terkenal dari daerah Palembang, Sumatera Selatan. Lagu ini sendiri dinyanyikan dengan asyik dengan nada lagu riang. Lagu Cuk Mak Ilang sangat kental dengan nuansa daerahnya karena menyelipkan nama-nama daerah dalam lirik-lirik pantunnya.

Lagu Cuk Mak Ilang tidaklah diketahui siapa penciptanya (Anonim). Selain disebut dengan Cuk Mak Ilang, ada juga yang menyebut dengan Cup Mak Ilang. Seperti halnya lagu-lagu daerah lawas atau lagu Melayu lama pada umumnya, banyak lagu dibikin dalam bentuk puisi lama jenis pantun. Lagu Cuk Mak Ilang juga berbentuk pantun. Banyak versi dari lagu ini dengan berbagai pantun sesuai dengan tema pantun yang akan dibawakan.

Lagu Cak Mak Ilang di antaranya menggambarkan tentang pantun-pantun percintaan anak muda. Lagu ini sendiri menceritakan tentang perasaan-perasaan cinta. Ketika mendengar lagu ini, seolah segala curahan hati si pelantun tersampaikan dengan irama lagu yang menggembirakan.

Meski memiliki lirik pantun yang berbeda tergantung tema pantun, ada satu pantun yang menjadi induk lirik lagu sesuai judul "Cuk (Cup) Mak Ilang" yaitu cuk mak ilang, mak ilang jaga batu, di mano koceng belang, di situ rumah aku. Lagu ini dimulai dengan pantun tersebut kemudian diseling dengan pantun lainnya, lalu dinyanyikan pantun induknya lagi. Pantun induk ini semacam pantun pengingat nada sehingga semakin panjang pantun yang dibawakan maka pantun induk ini akan terus terulang-ulang.

Lagu ini kental dengan bahasa Melayu. Banyak pantun yang dibawakan dengan bahasa Melayu sehingga lebih mudah dipahami. Sementara itu, bait cuk mak ilang dan mak ilang jaga batu menjadi cangkang, dan sedangkan isinya berarti di mana ada kucing belang, di situ rumahku.

Lagu daerah memang mengingatkan kita pada kehidupan masa lalu. Dengan nada lagunya yang sendu atau riang menyiratkan cara pandang terhadap segala sesuatu. Lagu Cuk Mak Ilang biasa menggambarkan tentang percintaan, dan berpantun menjadi salah satu ekspresi perasaan cinta tersebut, baik senang maupun dalam keadaan sedih.

Baca Juga :


Berikut lirik lagu Cak Mak Ilang :

Cuk Mak Ilang

Cuk mak ilang
Mak ilang jaga batu
Dimano koceng belang
Disitu rumah aku (2X)

Kain songkek dari Palembang
Dipakai orang dari seberang
Hai dak mano hati dak bimbang
Karena pacar diambil orang

Cuk mak ilang
Mak ilang jaga batu
Dimano koceng belang
Disitu rumah aku (2X)

Kapal api masok pelembang
Banyu tenang jadi gelumbang
Oi makmano ati dak bimbang
Gades doson bujang pelembang

Cuk mak ilang
Mak ilang jaga batu
Dimano koceng belang
Disitu rumah aku (2X)

Buah dukuh buah rambutan
Masak si biji di dalam hutan
Hatiku rindu bukan buatan
Seperti paku nempel di papan

[Sumber : MerahPutih.Com]

Sekian postingan dari KLD, semoga postingan "Lagu Daerah Cuk Mak Ilang" ini bermanfaat dan menambah wawasan kita semua. Jangan sungkan mengirimkan komentar baik kritik maupun saran kepada redaksi kami. Terima kasih dan sampai jumpa.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar