Piso Surit sumber foto: youtube.com
Piso Surit merupakan salah satu lagu, syair, serta tarian yang berasal dari budaya Batak Karo yang menggambarkan seorang pria yang sedang menantikan kedatangan kekasihnya. Dan penantian tersebut sangatlah lama dan menyedihkan serta digambarkan seperti burung pincala yang sedang memanggil-manggil (Pincala merupakan burung yang berekor panjang serta pandai bernyanyi).

Lagu ini merupakan lagu yang cocok untuk dinyanyikan oleh seorang pria. Bisa dilihat dari rangkaian lirik lagunya, lebih berkesan sang penyanyi jika yang menyanyikan seorang pria. Lirik dari lagu ini pula memberikan kesan, bagaimana cara dari Orang Karo jaman dulu berpacaran.
Baca Juga >>
Dan berikut ini kami berikan lirik lengkap lagu Piso Surit:

Piso Surit Piso Surit
Oleh Djaga Depari

terdilo-dilo terpingko-pingko
lalap la jumpa ras atena ngena

Piso Surit Piso Surit
terdilo-dilo terpingko-pingko
lalap la jumpa ras atena ngena

i ja kel kena tengahna gundari
siangna menda turang atena wari
entabeh naring mata kena tertunduh
kami nimaisa turang tangis teriluh

nggo nggo me dagena mulih me gelah kena
bage me nindu rupa ari agi kakana

tengah kesain keri lengetna
remang mekapal turang seh kel bergehna
tekuak manuk ibabo geligar
enggo me selpat turang kite-kite ku lepar

Piso Surit Piso Surit
terdilo-dilo terpingko-pingko
lalap la jumpa ras atena ngena

nggo nggo me dagena mulih me gelah kena
bage me nindu rupa ari agi kakana
nggo nggo me dagena mulih me gelah kena

bage me nindu rupa ari agi kakana

Piso sendiri dalam bahasa Karo berarti pisau dan banyak orang mengira bahwa Piso Surit ini merupakan nama dari sejenis pisau khas dari budaya batak karo. Sebenarnya Piso Surit sendiri merupakan kicau burung yang suka bernyanyi. Kicau burung ini sendiri jika didengar dengan saksama sepertinya sedang memanggil-manggil dan kedengarannya sangat menyedihkan. Burung Piso Surit ini biasanya berkicau di sore hari. Adapun jenis dari burung tersebut dalam bahasa karo disebut dengan "pincala" yang bunyinya nyaring dan berulang-ulang dengan bunyi seperti "piso serit". Kicau burung inilah yang dipersonifikasi oleh Komponis Nasional dari Taneh Karo, yakni Djaga Depari dari Desa Seberaya, Kabupaten Karo.

Karena berkat kepiawaian dari Djaga Depari menciptakan lagu-lagu berbasis lagu Karo, Moralitas Masyarakat Karo, Perkembangan zaman, adat-istiadat Karo, romantisme hingga kehidupan perjuangan masyarakat Karo pada masa merebut kemerdekan dari tangan penjajah pada masa lalu, sehingga sang maestro pun dianugrahi gelar sebagai komponis nasional Indonesia, dan kini untuk lebih mengenang jasa-jasa beliau, maka dibangunlah sebuah monumen Djaga Depari, di Persimpangan antara Jl Patimura, Jl. Sultan Iskandar Muda serta Jl. Letjen Djamin Ginting Medan.

Lirik Lagu Piso Surit

Piso Surit sumber foto: youtube.com
Piso Surit merupakan salah satu lagu, syair, serta tarian yang berasal dari budaya Batak Karo yang menggambarkan seorang pria yang sedang menantikan kedatangan kekasihnya. Dan penantian tersebut sangatlah lama dan menyedihkan serta digambarkan seperti burung pincala yang sedang memanggil-manggil (Pincala merupakan burung yang berekor panjang serta pandai bernyanyi).

Lagu ini merupakan lagu yang cocok untuk dinyanyikan oleh seorang pria. Bisa dilihat dari rangkaian lirik lagunya, lebih berkesan sang penyanyi jika yang menyanyikan seorang pria. Lirik dari lagu ini pula memberikan kesan, bagaimana cara dari Orang Karo jaman dulu berpacaran.
Baca Juga >>
Dan berikut ini kami berikan lirik lengkap lagu Piso Surit:

Piso Surit Piso Surit
Oleh Djaga Depari

terdilo-dilo terpingko-pingko
lalap la jumpa ras atena ngena

Piso Surit Piso Surit
terdilo-dilo terpingko-pingko
lalap la jumpa ras atena ngena

i ja kel kena tengahna gundari
siangna menda turang atena wari
entabeh naring mata kena tertunduh
kami nimaisa turang tangis teriluh

nggo nggo me dagena mulih me gelah kena
bage me nindu rupa ari agi kakana

tengah kesain keri lengetna
remang mekapal turang seh kel bergehna
tekuak manuk ibabo geligar
enggo me selpat turang kite-kite ku lepar

Piso Surit Piso Surit
terdilo-dilo terpingko-pingko
lalap la jumpa ras atena ngena

nggo nggo me dagena mulih me gelah kena
bage me nindu rupa ari agi kakana
nggo nggo me dagena mulih me gelah kena

bage me nindu rupa ari agi kakana

Piso sendiri dalam bahasa Karo berarti pisau dan banyak orang mengira bahwa Piso Surit ini merupakan nama dari sejenis pisau khas dari budaya batak karo. Sebenarnya Piso Surit sendiri merupakan kicau burung yang suka bernyanyi. Kicau burung ini sendiri jika didengar dengan saksama sepertinya sedang memanggil-manggil dan kedengarannya sangat menyedihkan. Burung Piso Surit ini biasanya berkicau di sore hari. Adapun jenis dari burung tersebut dalam bahasa karo disebut dengan "pincala" yang bunyinya nyaring dan berulang-ulang dengan bunyi seperti "piso serit". Kicau burung inilah yang dipersonifikasi oleh Komponis Nasional dari Taneh Karo, yakni Djaga Depari dari Desa Seberaya, Kabupaten Karo.

Karena berkat kepiawaian dari Djaga Depari menciptakan lagu-lagu berbasis lagu Karo, Moralitas Masyarakat Karo, Perkembangan zaman, adat-istiadat Karo, romantisme hingga kehidupan perjuangan masyarakat Karo pada masa merebut kemerdekan dari tangan penjajah pada masa lalu, sehingga sang maestro pun dianugrahi gelar sebagai komponis nasional Indonesia, dan kini untuk lebih mengenang jasa-jasa beliau, maka dibangunlah sebuah monumen Djaga Depari, di Persimpangan antara Jl Patimura, Jl. Sultan Iskandar Muda serta Jl. Letjen Djamin Ginting Medan.
loading...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar