Sunan Kali Jaga via youtube.com
Lagu Lir Ilir berasa dari daerah Jawa Tengah yang memilik makna yaitu, Sebagai umat Islam kita diminta bangun. Bangun dari keterpurukan, dan bangun dari sifat malas untuk lebih mempertebal keimanan yang telah ditanamkan oleh Allah didalam diri kita yang dalam ini dilambangkan dengan tanaman yang mulai bersemi dan demikian menghijau. Dan terserah kepada kita sendiri, mau tetap tidur dan membiarkan tanaman iman kita mati atau kita bangun dan berjuang untuk bisa menumbuhkan tanaman tersebut hingga besar dan mendapatkan kebahagiaan seperti bahagianya pengantin baru.

Dalam lirik lagu ini disebut anak gembala karena oleh Allah, kita telah diberikan sesuatu untuk kita digembalakan yaitu HATI. Dan bisakah kita menggembalakan hati kita dari dorongan hawa nafsu yang sedemikian kuatnya? Adapun Si anak gembala diminta memanjat pohon belimbing yang notabene buah belimbing tersebut bergerigi lima buah. Buah belimbing disini menggambarkan lima rukun Islam. Jadi meskipun pohonnya licin, dan susah kita harus tetap memanjat pohon belimbing tersebut, yang dalam artian sekuat tenaga kita tetap berusaha menjalankan Rukun Islam apapun halangan dan resiko yang harus ditanggung.

Lalu apa gunanya? Gunanya ialah untuk mencuci pakaian kita yaitu pakaian taqwa, dan Pakaian yang dimaksudkan merupakan pakaian taqwa kita. Sebagai manusia biasa pasti terkoyak dan berlubang di sana sini, maka untuk itu kita diminta untuk selalu memperbaiki dan membenahinya agar kelak kita sudah siap ketika dipanggil menghadap kehadirat Allah SWT. 

Dan kita diharapkan melakukan hal-hal diatas ketika kita masih sehat (yang dilambangkan dengan terangnya bulan) dan masih mempunyai banyak waktu luang dan jika ada yang mengingatkan maka jawablah dengan iya.
Dan berikut lirik dan terjemahan Lagu Lir Ilir:

Lir-ilir
Sunan Kalijaga


Lir-ilir, lir-ilir
Tandure wus sumilir
Tak ijo royo-royo
Tak sengguh temanten anyar

Cah angon, cah angon
Penekno blimbing kuwi
Lunyu-lunyu penekno
Kanggo mbasuh dodotiro

Dodotiro, dodoiro
Kumitir bedah ing pinggir
Dondomono, jlumatono
Kanggo sebo mengko sore

Mumpung padhang rembulane
Mumpung jembar kalangane
Yo sorako, sorak iyo!!

Arti Lirik Lagu Lir-ilir

Bangunlah, bangunlah!
Tanaman sudah bersemi
Demikian menghijau
Bagaikan pengantin baru

Anak gembala, anak gembala
Panjatlah (pohon) belimbing itu!
Biar licin dan susah tetaplah kau panjat
untuk membasuh pakaianmu

Pakaianmu, pakaianmu
terkoyak-koyak dibagian samping
Jahitlah, Benahilah!
untuk menghadap nanti sore

Mumpung bulan bersinar terang
Mumpung banyak waktu luang
Bersoraklah dengan sorakan Iya!!

Lirik Lagu Lir Ilir

Sunan Kali Jaga via youtube.com
Lagu Lir Ilir berasa dari daerah Jawa Tengah yang memilik makna yaitu, Sebagai umat Islam kita diminta bangun. Bangun dari keterpurukan, dan bangun dari sifat malas untuk lebih mempertebal keimanan yang telah ditanamkan oleh Allah didalam diri kita yang dalam ini dilambangkan dengan tanaman yang mulai bersemi dan demikian menghijau. Dan terserah kepada kita sendiri, mau tetap tidur dan membiarkan tanaman iman kita mati atau kita bangun dan berjuang untuk bisa menumbuhkan tanaman tersebut hingga besar dan mendapatkan kebahagiaan seperti bahagianya pengantin baru.

Dalam lirik lagu ini disebut anak gembala karena oleh Allah, kita telah diberikan sesuatu untuk kita digembalakan yaitu HATI. Dan bisakah kita menggembalakan hati kita dari dorongan hawa nafsu yang sedemikian kuatnya? Adapun Si anak gembala diminta memanjat pohon belimbing yang notabene buah belimbing tersebut bergerigi lima buah. Buah belimbing disini menggambarkan lima rukun Islam. Jadi meskipun pohonnya licin, dan susah kita harus tetap memanjat pohon belimbing tersebut, yang dalam artian sekuat tenaga kita tetap berusaha menjalankan Rukun Islam apapun halangan dan resiko yang harus ditanggung.

Lalu apa gunanya? Gunanya ialah untuk mencuci pakaian kita yaitu pakaian taqwa, dan Pakaian yang dimaksudkan merupakan pakaian taqwa kita. Sebagai manusia biasa pasti terkoyak dan berlubang di sana sini, maka untuk itu kita diminta untuk selalu memperbaiki dan membenahinya agar kelak kita sudah siap ketika dipanggil menghadap kehadirat Allah SWT. 

Dan kita diharapkan melakukan hal-hal diatas ketika kita masih sehat (yang dilambangkan dengan terangnya bulan) dan masih mempunyai banyak waktu luang dan jika ada yang mengingatkan maka jawablah dengan iya.
Dan berikut lirik dan terjemahan Lagu Lir Ilir:

Lir-ilir
Sunan Kalijaga


Lir-ilir, lir-ilir
Tandure wus sumilir
Tak ijo royo-royo
Tak sengguh temanten anyar

Cah angon, cah angon
Penekno blimbing kuwi
Lunyu-lunyu penekno
Kanggo mbasuh dodotiro

Dodotiro, dodoiro
Kumitir bedah ing pinggir
Dondomono, jlumatono
Kanggo sebo mengko sore

Mumpung padhang rembulane
Mumpung jembar kalangane
Yo sorako, sorak iyo!!

Arti Lirik Lagu Lir-ilir

Bangunlah, bangunlah!
Tanaman sudah bersemi
Demikian menghijau
Bagaikan pengantin baru

Anak gembala, anak gembala
Panjatlah (pohon) belimbing itu!
Biar licin dan susah tetaplah kau panjat
untuk membasuh pakaianmu

Pakaianmu, pakaianmu
terkoyak-koyak dibagian samping
Jahitlah, Benahilah!
untuk menghadap nanti sore

Mumpung bulan bersinar terang
Mumpung banyak waktu luang
Bersoraklah dengan sorakan Iya!!

loading...